h1

fi zhilalil qur’an

Oktober 3, 2009

Zhilal 01

Tafsir ini telah menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia.

Kelebihan tafsir ini antara lain:

1. membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam Al-Qur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata.

2. mengikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’).

3. Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini.

4. menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula.

5. pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam.

6. penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur.

7. bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan.

Ada banyak penerbit yang mencetak tafsir ini. Namun, terbitan dari Rabbani Press memiliki keunggulan dalam segi penerjemahannya yang lebih ringkas, menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami, dan memiliki “ruh” dakwah. banyak aktivis dakwah yang lebih memilih tafsir terbitan Rabbani ini. Kini, Rabbani Press telah menerbitkannya dalam edisi lengkap! Harga satu set: Rp. 1.627.000,-

Sekalian promosi: ada diskon menarik dan siap diantar untuk wilayah jabodetabek bagi yang berminat memilikinya. Silakan hubungi: Rakhmat Sadikin. HP: 021-70686610

h1

the road to the empire

Agustus 4, 2009

penulis buku:  sinta yudisia

buku ini keren sekali. aku membacanya hanya dalam waktu semalam saja. bela2in begadang demi membaca 570 hlm. ini rekor kedua setelah dulu aku pernah membaca harpot terakhir dalam satu malam. buku ini berkisah tentang kisah pangeran kesatu, keturunan jengis khan, takudar, yang beragama islam dalam perebutan tahta kerajaan mongol.

ia terpaksa harus berperang melawan adiknya sendiri, Arghun, kaisar mongol saat itu, yang memerintah secara diktator dan haus kekuasaan. ada dilema dalam diri Takudar. menumpahkan darah adiknya sendiri atau tetap bersembunyi dengan konsekuensi mongol semakin menjadi bangsa yang haus peperangan. korban rakyat jelata semakin banyak berjatuhan. kemiskinan makin meraja lela. takudar sudah tidak mengharapkan kekuasaan itu lagi walau sebenarnya, sebagai putra mahkota, dia berhak atas tahta itu. lalu, begitu banyak harapan yang disandarkan pada pundaknya untuk membenahi ketidakadilan ini.

namun, rasa kehilangan yang besar atas kematian orang tuanya yang wafat akibat konspirasi jahat orang-orang sekelilingnya, membuatnya enggan bersentuhan lagi dengan kekuasaan. dia ingin menghilang… menjadi orang biasa. tapi, itu tidak mungkin. ada tanggung jawab besar yang harus dia penuhi: meneruskan janji ayahanda tercinta, kaisar Tuqluq Timur Khan, penguasa kekaisaran mongolia, terhadap Syaikh Jamaluddin…. janji itulah yang akhirnya membawa dirinya berhadapan langsung dengan adiknya yang sangat ia cinta….

novel berlatar sejarah yang penuh intrik dan konspirasi politik, bertabur heroisme dan romantisme… menggetarkan… mengharukan…. aku seolah-olah sedang mengalami sendiri pergolakan di masa itu. dengan membacanya, aku seperti menonton film laga di kepalaku. berkelebat… pokoe kereeeeeeeeeeen….. sayang, endingnya kurang romantis hehehe. kirain happy ending… kok sad ending yah. huhuhu…..

h1

deep thinking

September 13, 2008

awalnya aku tertarik beli buku ini di IBF kemaren, gara2 si mince dapet tugas baca buku itu dari bosnya. nah, doi belum punya buku, hunting deh waktu IBF kemaren. aku nemenin dunk. and akhirnya aku juga tertarik buat beli.

kesan pertama, kok tipis banget ya bukunya? gitu pikirku. aku pikir, mendengar judulnya, deep thinking, bukunya itu bakalan tebel setebel buku The 7 Habit-nya Stephen R. Covey. maklum, namanya juga deep thinking. tentu tidak mudah.

kesan kedua, pembahasannya ternyata simple. nggak bertele-tele dan langsung mengena.

awalnya aku mengira, buku ini akan memberi tips-tips seperti buku2 pengembangan pribadi. gimana cara memetakan pikiran, misalnya. bukan itu isinya.

buku ini mengajak kita merenungi mengapa Allah menganugerahkan akal pikiran pada manusia. bagaimana seharusnya akal itu digunakan sebagai wujud syukur kita. bukan digunakan hanya untuk memikirkan angan-angan kosong.

manusia sering terjebak dan menyalahartikan makna berpikir itu. kebanyakan hanya menggunakan pikirannya untuk kepentingan dunia. mengejar kenikmatan dan kesenangan dunia yang fana. manusia sering lupa untuk memikirkan bagaimana hidup ini bisa dijadikan bekal untuk kehidupan yang abadi. yang pada akhirnya berujung pada peningkatan keimanan kita. berpikir tentang semua aspek dunia dan akhirat itulah yang disebut deep thinking. atau istilah lain yang bisa kita gunakan adalah tafakur.

banyak hal yang bisa kita jadikan obyek berpikir mendalam. penciptaan manusia itu sendiri, alam semesta, beragamnya ras dan permasalahan hidup manusia. dari kita bangun tidur hingga tidur lagi, kita akan menemukan hal-hal yang bisa dijadikan renungan.

contoh, ketika kita di jalanan. kita menemukan berbagai aktivitas manusia dengan kesibukannya masing-masing. kita melihat betapa manusia itu diciptakan dengan ciri khasnya masing-masing dan tidak ada yang serupa walo anak kembar sekalipun.

kita juga bisa berpikir apa hikmah yang Allah beri dari setiap musibah yang menimpa kita. kita bisa berpikir kenapa Allah memberikan sakit kepada kita. tentu semua untuk menebalkan keyakinan kita dan menambah rasa syukur kita terhadap semua nikmat ALLAH. ketika sakit, kita jadi tahu betapa nikmat sehat itu.

manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Allah menganugerahkan akal agar manusia bisa memanfaatkan semua fasilitas di bumi untuk kemaslahatannya sendiri. Siapa yang mengilhamkan Thomas Alva Edison sehingga dia menemukan listrik yang sangat bermanfaat bagi manusia? Allah. bagaimana Allah mengilhamkan manusia untuk membuat perahu sehingga bisa melintasi perairan dan menangkapi ikan-ikan untuk makan manusia. kalo kita pikirkan secara mendalam, tentu tak akan habis-habisnya rasa syukur kita.

kebanyakan manusia menggunakan akalnya hanya untuk dirinya sendiri dan melupakan kebaikan untuk orang lain. maka tak heran, ketika ada segelintir manusia yang membabat hutan dengan membabi buta. tidak mempertimbangkan lagi ekosistem alam. bumi pun berteriak. suhu udara yang kian panas, banjir bandang ketika musim hujan. semua adalah akibat perbuatan manusia sendiri. dan parahnya, yang tidak melakukan kejahatan itu juga menjadi korban.

sudah saatnya, manusia kembali ke koridor yang seharusnya dilalui, terutama dalam menggunakan kecerdasannya. ada hal lain yang lebih pantas dipikirkan dibanding hanya memikirkan pernak-pernik dunia.

ada kehidupan lain yang harus dipikirkan dan disiapkan dari sekarang.

h1

edensor

April 8, 2008

aku suka buku Laskar Pelanginya Andrea Hirata. sangat bagus sebagai buku perdana seorang penulis “pemula”.

isi bukunya udah diulas berkali2 di segala media. sampe masuk Kick Andy segala.

buku kedua, udah aku baca. tapi kesannya kurang sedalam buku pertama.

buku ketiga, edensor. baru aja aku baca gara2 cerita2 seru mimin. tapi aku nggak ingin bikin review. aku cuma ingin menuliskan kesan yang terdalam yang aku dapat dari buku itu. apa tuh?

kota edensor….

 

kota itu indah sekali. dan AKU PUNYA MIMPI INGIN KE SANA!

“bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

(Arai dalam Sang Pemimpi. Andrea Hirata)

h1

tak ada buku yg kubaca

Maret 10, 2008

sejak menikah setahun lalu, aku blm sempat menyelesaikan satu buku pun. beli buku apalagi, belum pernah.

semua berubah. kebiasaan dan kesempatan.

sejak raihana lahir, keinginan membaca buku pudar. aku sibuk dengan raihana. sekadar datang ke pameran buku juga tak memungkinkan.

ah, buku2 yang kurindukan, maaf, belum sempat aku menyambangimu.

h1

Tears of Heaven: From Beirut to Jerusalem

November 19, 2007

Written by: Dr. Ang Swee Chai

buku ini berkisah tentang kesaksian dr. Ang Swee Chai, seorang ahli bedah tulang, selama menjadi relawan medis di Libanon tahun 1982-1987. saat itu libanon sedang bergolak. Israel menyerang semua kamp pengungsi palestina yang ada di Libanon.

awalnya, sebagai orang nonmuslim yang fundamentalis, ia adalah pendukung Israel dan sangat anti dengan orang arab dan PLO. ia menganggap mereka adalah teroris yang suka membunuh. itu persepsi pertama yang dia bawa ketika memasuki beirut. namun, persepsi itu perlahan-lahan mulai berubah ketika menyaksikan sendiri bagaimana penderitaan para pengungsi palestina yang ada di Sabra-Shatila. Terisolasi, ditekan, dibom, dibunuh, disiksa tanpa ada satu pun pihak yang mau menolong. mereka dibiarkan mati, kelaparan, kesakitan. setiap bantuan yang datang selalu dihadang dan dilarang masuk.

aku baru tahu detilnya kisah pembantaian itu. diawali dari gencatan senjata yang mengharuskan pejuang PLO keluar dari kamp, harapan yang kemudian muncul di pikiran pengungsi yang kebanyakan wanita, orang tua, dan anak-anak akan kedamaian di kamp tersebut, hingga datangnya para tentara tak dikenal membantai semua penduduk kamp tanpa kecuali, dan tanpa perlawanan. ada yang selamat, tapi lebih banyak yang jatuh menjadi korban. pembantaian yang tanpa prikemanusaiaan. mereka dipaksa menyaksikan bagaimana orang tuanya dibunuh di depan mata mereka, melihat saudara-saudara perempuan mereka diperkosa lalu dibunuh. orang-orang yang terluka sulir mendapatkan perawatan karena rumah sakit juga tak luput dari serangan. kekurangan air, makanan, obat-obatan adalah hal yang biasa dialami karena mereka diisolasi dari dunia luar. kalaupun ingin keluar, harus melalui birokrasi yang berbelit-belit.

begitu besar semangat orang Palestina tanpa mengenal menyerah, walau nyawa jadi taruhannya, berusaha untuk bangkit dan berjuang untuk merebut kembali hak mereka yang dirampas. cita-cita mereka semua adalah satu: kembali ke tanah air palestina.

h1

kungfu boy

November 19, 2007

dari banyaknya komik yang beredar di sini, komik ini adalah kesukaan aku dan sodara2ku sekeluarga. udah berlangganan sejak kita masih SMP. masih inget dulu ketika dapet angpau waktu lebaran, kita langsung patungan beli komik. kadang beli buku yang lain sih, seperti serial Lupus, Balada si Roy, Asterix, Tintin, Serial Anak Mama Alin. tapi yang masih bertahan sampe sekarang ya komik ini. sampe2 kita selalu koordinasi klo komik ini keluar. siapa yang beli. jangan sampe aku beli and yang laen beli. (pernah tuh beli satu nomor sampe 2 buku akibat kurang koordinasi.

komik ini menceritakan petualangan chinmi memperdalam jurus kungfunya. lawan-lawan tandingnya pun beragam dan memiliki kemampuan lebih tinggi, yang pada akhirnya membuat chinmi sadar bahwa “di atas langit, ada langit.” hingga dia ditempa untuk selalu rendah hati.

yang aku suka dari komik ini, kadang filosofi yang disampaikan dalem banget. semua mengajarkan untuk selalu rendah hati, pantang menyerah, dan selalu terus berlatih dan berlatih. filosofi yang aku suka itu tentang bambu dan kutu dalam kotak. hehehe… bagi yang suka baca chinmi pasti tau dunk….

sekarang kita masih menanti nomor2 lanjutannya. tapi kok sampe berbulan2 bahkan setahun kali dah jarang keluar. mungkin penulis aslinya dah kehabisan ide. yah, pokoe tetap setia menanti deh….

h1

otakku blank

November 1, 2007

lama sekali aku tidak membaca buku. entah itu buku novel, buku referensi, atau yang lain. sekarang lebih sering baca resep masakan. ya, karena tuntutan sebagai istri yang ingin memberikan makanan terbaik untuk sang suami.

tentu saja hal ini memberikan efek negatif buatku. aku gampang stres, marah2, kesel. tidak ada pelampiasan yang nyaman buat membuang semua rasa negatif itu.

kalaupun hendak memaksakan diri membaca, waktu dan tempat yang ada juga kurang mendukung. waktu buat baca, mepet banget. di kantor sibuk dengan urusan kantor. di rumah, suami selalu ingin ditemani. jarang sekali ada waktu privasi buatku. ketika suami pergi pun, aku lebih sering ke rumah ortu. di sana, bawaannya pengennya nonton tiviii mulu.

tempat. lampu yang ada di rumah suamiku tidak layak untuk membaca. gelap. lampunya, lampu pijar biasa yang kekuning-kuningan.

buat beli buku baru juga sulit untuk dianggarkan tiap bulannya. kondisinya kini memang berbeda. dulu, aku masih bisa menganggarkan belanja buku hingga 100 rebu tiap bulannya. kini, semua terasa berat karena masih banyak keperluan lain yang lebih utama dan diprioritaskan.

lalu bagaimana solusinya??? otak terasa kosong tanpa buku. nonton tivi aja serasa nggak cukup. aku perlu buku!!

h1

Hello world!

Mei 24, 2007

haloww… ini jumpa pertama saya dengan wordpress…. semoga awet deh.

ini ajang coba2 aja.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.